Tanggal Hari Ini : 25 Apr 2014 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Jika Para Pensiunan Ingin (serius) Berbisnis
Rabu, 11 Mei 2011 23:28 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Mendengar  kata pensiun dari status karyawan atau pegawai di sebuah perusahaan, ngeri juga. Ngeri karena akan segera meninggalkan jabatan dan pekerjaan yang ada di kantor, dari lingkungan yang ramai dan penuh kesibukan sehari-hari, hingga berkurangnya penghasilan.  Majalah Wirausaha dan Keuangan mengupas sisi lain dari pengamatan kegiatan pelatihan kewirausahaan bagi para pra purnabhakti,  yang dibuat secara berseri mulai edisi ini dan bersambung hingga 3 edisi ke depan.

Lobby Hotel Goodway Batam  sore itu terlihat ramai dari biasanya. Sebanyak lebih dari 70 pasang suami istri dari  Pegawai Bank Indonesia dari berbagai daerah di Indonesia sedang mengikuti pelatihan kewirausahaan bagi para pra purna bhakti yang di adakan di hotel tersebut.
Berbagai modul pelatihan yang dibawakan narasumber sudah siap diberikan. Kali ini mereka memposisikan diri sebagai ‘gelas setengah kosong’ yang siap menerima materi dan pengetahuan kewirausahaan. Sebagian menganggap pelatihan seperti ini baru, namun tidak sedikit yang telah dan pernah mengikuti program serupa yang dilakukan secara swadaya. Modul-modul pengetahuan seperti psikologi pensiun, AMP (Achievement Motivation Pension) telah disiapkan. Demikian juga bedah bisnis yang  mendatangkan para praktisi bisnis, serta kegiatan yang tak kalah menariknya adalah kunjungan bisnis dan wisata. Sebagian para pra purnabhakti yang akan menjalani masa pensiun 1 hingga 2 tahun mendatang sebenarnya ada yang telah jauh-jauh hari mempersiapkannya, dengan membuka usaha yang sudah dijalankan istri atau orang lain,

namun ada juga yang benar-benar karena kesibukan pekerjaan di kantor membuatnya tidak menyadari bahwa masa pensiun segera tiba.  Apa yang harus dipersiapkan seseorang yang akan menjalani purna bhakti.
Narasumber pelatihan kewirausahaan, Drs. Sukoadi,  pensiunan Vice President di PT Angkasa Pura II, Jakarta ini  mengungkapkan, yang paling penting dipersiapkan untuk menghadapi masa purnabhakti adalah kesiapan mental.
Mental harus siap untuk menapaki dunia baru, karena itu seperti  pasukan yang memasuki medan tempur, maka para pra pensiunan juga harus dibekali dengan suntikan motivasi,  keberanian dan keihlasannya, serta dibekali ketrampilan-ketrampilan yang memadai sebagai bekal memasuki dunia baru nanti.
Menurut Suko, persoalan bagi para pensiunan sebenarnya  ada tiga hal. Pertama, pensiun berarti penghasilan berkurang karena berbagai tunjangan gaji telah dihentikan. Kedua, hilangnya kegiatan dan kebiasaan rutin yang telah dilakukan sehari-hari. Ketiga, tidak memiliki teman. Jika tidak dipersiapkan dengan baik, maka ketiga hal tersebut akan berdampak kurang baik bagi kehidupan para pensiunan.
“Saya mengamati, jika kesiapan mental para pra purna bhakti tidak dimotivasi sejak awal, tidak diberikan bekal pengetahuan yang memadai untuk memasuki masa pensiunnya, ketika memasuki masa pensiun langsung down. Mereka terkena sindrom pensiun, yaitu mengucilkan diri dari pergaulan teman-temannya,” ujar Suko.
Jika  sindrom pensiunan ini terus terjadi, dan mentalnya tidak stabil, maka yang terjadi adalah mereka bukan mencari teman, malah menjauh dari teman, bahkan mengucilkan diri.
Jika sindrom ini terus berlanjut, maka aura wajahnya akan terlihat loyo dan kehilangan semangat. Apalagi jika sejak awal mereka tidak care dengan masa tuanya sendiri.
Namun keinginan yang kuat dari mereka untuk tetap beraktifitas, semisal dengan menggeluti atau mengelola bisnis yang disukai menjadikan masa pensiunan tetap indah dan menyenangkan. Bahkan tidak sedikit para pensiunan yang menjadi pebisnis sukses, karena mereka memiliki akses, pengalaman, serta network yang terus dibangun meski telah pensiun.
Bagi para pensiunan yang ingin dan serius berbisnis kesempatan sukses sangat terbuka lebar. Pensiun dan sukses, kenapa tidak? n

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari