Tanggal Hari Ini : 23 Nov 2014 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Jika Para Pensiunan Berbisnis
Kamis, 12 Mei 2011 23:04 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Para pensiunan di Indonesia haruslah dianggap sebagai sumberdaya yang sangat besar dan potensial dalam mengubah wajah Indonesia menuju negara yang lebih sejahtera. Kolonel Sanders contohnya. Ia menekuni bisnis KFC justru setelah mereka pensiun dari dinas tentara. Tentu Kolonel Sanders tidak bermaksud mencari uang sebanyak-banyaknya untuk menyambung hidup, yang ia pikirkan adalah apa yang dapat dilakukan setelah pensiun untuk kemaslahatan manusia lainnya.

Kita tahu saat ini betapa gagasan dan apa yang dilakukan Kolonel Sanders telah melahirkan revolusi baru dalam industri jasa kuliner bukan saja di Amerika, tetapi di dunia.

            Kisah hidup Kolonel Sanders yang berkiprah dalam bisnis setelah pensiun bukan saja menginspirasi bagaimana seorang pensiunan bersikap, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana seorang pensiunan memiliki hak yang sama untuk berkarya dan bahkan lebih baik lagi karya dan pemikirannya dapat dinikmati oleh manusia lainnya.

            Saat ini banyak instansi yang dengan sengaja menyiapkan para pegawainya untuk menghadapi masa purnabhakti dengan optimal, diantaranya dengan mengadakan workshop atau pelatihan kewirausahaan bagi para pra purnabhakti tersebut. Kegiatan ini kini telah menjadi agenda tetap yang dipersiapkan oleh divisi sumberdaya manusia di perusahaan-perusahaan sebagai bagian dari bentuk kepedulian perusahaan kepada karyawannya yang telah mengabdi kepada perusahaan.

Majalah WK berkesempatan hadir ditengah-tengah pelatihan itu, dan mengabadikan berbagai kegiatan yang dilakukan, seperti yang dilakukan oleh Bank Indonesia di Batam, Riau beberapa waktu lalu. Hasilnya, amazing. Para pra purnabhakti menemukan kembali hakekat kehidupan, dan menyongsongnya dengan optimistis saat menghadapi masa pensiun tiba. 

            Menurut Sukoadi, mantan Vice President PT Angkasa Pura II yang kini sering menjadi pembicara dengan topik Achievement Motivation Pension ini mengungkapkan, banyak karyawan yang akan menghadapi pensiun ‘gagap’ menghadapinya, mau apa,  mau bagaimana.  Istilah Suko, jika mau ‘menerjunkan’ para karyawan memasuki masa pensiun ia harus dibekali pengetahuan lapangan yang cukup, ketrampilan yang memadai, jika memungkinkan diberikan panduan yang tepat. Ibaratnya, jika menerjunkan pasukan payung yang belum pernah latihan, tahu-tahu ‘diterjunkan’ begitu saja, maka  ia bisa nyangkut dan babak belur, sehingga pelatihan pelatihan mengembangkan potensi diri bagi para pra pensiun adalah menyiapkan mereka lebih siap dan leboh percaya diri dengan segala kemampuan yang dimiliki.   

            Menurut Suko, banyak kegiatan baru yang dapat dilakukan saat orang pensiun dari pekerjaan formalnya, diantaranya mengembangkan hobby dan potensi yang dimiliki selama ini, juga mengembangkan kegiatan pengabdian masyarakat.

            Suko bahkan memberikan tips agar saat menghadapi masa pensiun tetap berarti dan memiliki optimisme yang tinggi. Optimisme yang tinggi sangat penting, menurut Suko karena kecenderungan yang paling tinggi bagi seorang pensiunan adalah merasa tersisih dari pergaulan keseharian, serta penyakit ‘post power sindrom’ yang siap menerkam siapa saja yang tidak siap menghadapinya.

             Karena itu,  Suko menyarankan untuk melakukan tiga hal yang harus dilakukan untuk para pra purnabhakti, antara lain terus berupaya menciptakan kegiatan positif dan penghasilan tambahan, membangun kegiatan baru yang bermanfaat, serta meningkatkan kegiatan sosial dan menjalin pertemanan dengan komunitas baru, menyesuaikan gaya hidup, mengelola asset secara bijak, serta jika memungkinkan mengembangkan kewirahusahaan yang sesuai dengan hobby dan potensi yang dimiliki.

            Salah seorang peserta workshop kewirausahaan, karyawan Bank Indonesia asal Purwokerto, yang enggan disebut namanya,  mengungkapkan kepada Majalah WK, lima tahun lalu ia membeli tanah cukup luas di lokasi yang dekat pekuburan dan kontur yang bergelombang dibeli dengan harga yang murah dari hasil tabungan dan menjual perhiasan dan mobil yang dimiliki. Semula ia tidak mengetahui tanah tersebut mau digunakan apa, tetapi bersama istrinya ia kemudian membangun sekolah menengah kejuruan (SMK) dan kini sekolah tersebut berkembang, bahkan telah menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan otomotif untuk mensuplay tenaga terdidik yang siap kerja. Sekolah tersebut juga menerima program beasiswa bagi anak-anak tidak mampu yang memiliki prestasi sekolah yang bagus.              Usai pensiun dari Bank Indonesia, seperti yang diungkapkan, kesibukan lainnya telah menunggu.  

            Tentu banyak kisah lain yang dapat menggambarkan, karya dan kiprah besar dapat dilakukan oleh orang-orang yang telah pensiun sekalipun. Gambaran itu terlihat dari wajah-wajah optimis yang dengan gembira memasuki lembaran kehidupan lainnya. 

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari