Tanggal Hari Ini : 22 Nov 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Ridwan Abadi, Usaha Batagor Jepang Takashi Mura
Selasa, 09 Oktober 2012 10:03 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Berbisnis adalah keberanian. Keberanian untuk memulai, keberanian untuk belajar, dan berani untuk menciptakan inovasi-inovasi baru. Upaya Ridwan Abadi (26) ‘memoles’ Batagor (Bakso Tahu Goreng), makanan khas asal Bandung menjadi Batagor Jepang Takashi Mura merupakan contoh kreatifitas sederhana yang dilakukan Ridwan dan menjadikan produk Batagor lebih marketable. Kini Batagor Jepang Takashi Mura me-rupakan salah satu menu jajanan favorit yang melambungkan usaha kuliner Ridwan lebih berkibar-kibar.

Lelaki kelahiran Belalu, Lampung Barat, ini sebenarnya datang ke Malang, Jawa Timur hanya dengan satu tujuan. Kuliah. Tahun 2003 ia diterima di Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya, Malang. Kedua orangtuanya mewanti-wanti agar ia belajar dengan sungguh-sungguh agar cepat lulus. Kedua orangtuanya, Sukandar dan Sumarsih, melepasnya dengan bangga tetapi sekaligus dengan perasaan sedih. Sedih karena ia tahu kemampuan keuangan keluarga sebenarnya tidak memungkinkan untuk membiayai kuliah anaknya.

Namun Ridwan memiliki semangat yang kuat, dan memastikan bahwa ia akan tetap kuliah meskipun tanpa dukungan keuangan yang memadai. Semenjak tahun pertama kuliah di Universitas Brawijaya, untuk membayar biaya hidup selama tinggal di Malang dan biaya kuliahnya, Ridwan bekerja paruh waktu sebagai marketing kue donat milik seorang teman. Sebagai distributor donat, Ridwan memperoleh rabat sebesar 10 persen dari donat yang terjual. Tugasnya setiap pagi-pagi sekali ia harus sudah mengantarkan kue donat ke warung-warung, kantin, bahkan warung-warung kecil di tempat-tempat kost-kost mahasiswa di Malang.

Sorenya, ia mengambil kembali serta menghitung penjualan berapa donat yang laku terjual di tempat-tempat tersebut. Hasil usaha menjadi marketer donat ternyata lumayan. Setidaknya ia mampu membiayai kuliah, serta biaya hidup dari hasil jerih payah sendiri tanpa harus meminta kiriman uang dari orangtuanya. Anak kedua dari lima saudara ini suatu hari ingin mencoba membuat kue sendiri. Hal ini ia lakukan karena ia sering membantu ibunya membuat kue.

“Saya ingin mencoba membuat kue sendiri, dari membuat adonan, memasak, hingga menjualnya. Saya ingin berdiri sendiri,” cetusnya.Dengan segala keterbatasan, semua ia lakukan sendiri, di ruangan sempit, di rumah kost yang ia tinggali. Batagor Jepang Tahun 2004, ia terinspirasi meningkatnya aneka menu kuliner Jepang yang semakin disukai oleh orang Indonesia, khususnya kalangan menengah atas. Aneka resto Jepang banyak berdiri di Malang dan pelanggannya selalu membludak.

Melihat fenomena tersebut, Ridwan mencoba memutar otak, bagaimana dapat membuat usaha aneka makanan Jepang dengan modal kecil. Seperti diketahui, untuk membuat sebuah gerai usaha makanan Jepang dibutuhkan biaya dan modal yang tidak sedikit. Tahun 2008, Ridwan membuka Resto Dapur Unick, dengan menu andalan saat itu Batagor. Berbeda dengan Batagor lainnya, Ridwan membuat inovasi Batagor dengan citarasa Jepang, yang terkenal khas dengan ikan, katsu dan saus teriyaki. Bakso pada Batagor Jepang diinovasikan menggunakan bakso ikan tuna murni.

Tahu yang digunakan juga tahu pilihan dan dipadu dengan tepung katsu khas masakan Jepang dengan variasi saos mengunakan saus Teriyaki khas Masakan Jepang. Meski bercitarasa Jepang, namun harga yang ditawarkan Ridwan relatif murah sehingga ia memberi nama Batagor Jepang Takashi Mura. Setelah sukses membuka gerai outdoor sebanyak 3 gerai, dan 1 gerai indoor dengan tanggapan yang sangat memuaskan dari pelanggan, Ridwan yakin usahanya dapat diduplikasi dengan mudah jika ada mitra yang berminat menjalankannya.

Tahun 2010 ia memfranchisekan usaha BJTM, dan kini gerainya telah mencapai 30 gerai BJTM di seluruh Jawa, 5 diantaranya adalah gerai milik sendiri. Ridwan memimpikan suatu saat Batagor Jepang Takahsi Mura dapat mendunia, go internasional. Dukungan teknologi, sertifikasi kesehatan dan kehalalan, serta persiapan produk dalam bentuk frozzen (beku) sedang disiapkan dengan sebaik-baiknya. Ia berharap, Batagor Jepang Takashi Mura nantinya akan menjadi produk makanan yang digemari masyarakat dan tersedia de-ngan mudah di supermarket atau hypermarket di seluruh Indonesia maupun mancanegara.

Ridwan juga mengembangkan gerai Batagor Jepang Takashi Mura (BJTM) di berbagai tempat dan lokasi dengan berbagai menu dan variasi. Dari hasil mengembangkan usaha ini Ridwan mampu memberikan lapangan kerja kepada 35 orang karyawan, dan kini meski Januari 2011 lalu ia telah lulus dan menyandang sebagai Sarjana Peternakan (SPT) dari Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya, Malang, ia tak harus menenteng-nenteng ijasahnya untuk digunakan mencari pekerjaan. Ia bukan lagi sebagai job seeker, tetapi telah menjadi job creator hanya dengan membuat inovasi Batagor biasa menjadi Batagor Jepang Takashi Mura.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari