Tanggal Hari Ini : 21 Sep 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Mindset Berbisnis Franchise
Rabu, 08 April 2015 07:57 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Oleh Suwanto, PT MagFood Amazy Internasional

Belakangan ini ada banyak  merek yang ditawarkan dengan konsep franchise, padahal usaha tersebut belum teruji keberhasilannya, yang mengkhawatirkan ada mindset  bahwa dengan  bisnis franchise uang akan datang sendiri. Padahal, keberhasilan bisnis franchise tidak terlepas dari peran serta kedua belah pihak antara franchisor sebagai pemilik merek dengan franchisee sebagai pelaksana operasional. Tanpa komitmen yang kuat antara masing-masing pihak, mustahil bisnis franchise bisa sukses.

Sebagai pemilik merek, franchisor harus terus menerus membangun brand awareness kepada konsumen, tidak sekedar mempunyai produk yang inovatif dan punya ciri khas. Berhubung merek bukan sedekar nama, tapi juga janji, kepercayaan, kualitas dan persepsi.

Jika janji dan persepsi konsumen terhadap produk yang dibelinya tersebut tidak sesuai dengan brand awareness yang disampaikan oleh pemilik merek, maka yang terjadi adalah kekecewaan bahkan bisa menjadi boomerang buat merek tersebut, bisa-bisa merek tersebut malah rusak karena konsumen mendapatkan realitas yang bertolakbelakang dari persepsi.

Jika konsumen mendapatkan realitas yang negative, hampir 100% konsumen yang kecewa menceritakan kekecewaan tersebut kepada minimal 10 orang, apalagi di era social media saat ini, dia bisa menceritakan ke ribuan atau bahkan kepada jutaan orang.

Tanggung jawab franchisee tidaklah mudah, karena merek bisa dipilih konsumen karena konsistensi dan komitmen, hubungan emosional, komunikasi, kemampuan dan tanggung jawab dari merek tersebut. Selama ini banyak persepsi bahwa dalam bisnis franchise, franchisee tidak perlu repot-repot bekerja karena semua sudah dikerjakan oleh franchisor, seolah-oleh semua tanggung jawab ada di pundak franchisor. 

Hal ini tentu saja keliru, karena bisnis franchise adalah sama dengan bisnis-bisnis lainnya, jadi franchisee juga harus bekerja keras mengelola usahanya. Hanya saja sudah tersedia Standard Operational Procedure (SOP) yang sangat aplikatif sehingga mudah dikerjakan dan diduplikasi, serta sudah ada “track record” kesuksesan.

Mindset Berbisnis Franchise, Tips Franchise, Bisnis Online, Entrepreneurship, Ide Bisnis, Info Product, Info Usaha, Keuangan, Peluangan Usaha, Profile Sukses, Waralaba

Para calon franchisee harus ikut aktif terlibat di dalam operasional dan mengalokasikan waktunya untuk mengelola usaha, demikian juga dengan tugas franchisor yang memiliki tanggungjawab untuk membimbing mitra usahanya baik dalam tahap persiapan, tahap operasional sampai tahap monitoring dan evaluasi.

Dalam tahap persiapan, mitra usaha akan dibantu survey lokasi untuk menentukan kelayakannya, apakah lokasi tersebut sesuai dengan target market yang diharapkan, hal ini untuk mengurangi resiko kegagalan usaha.

Selain evaluasi mengenai lokasi yang diajukan, juga diperhitungkan mengenai sisi pribadi calon franchiseenya, apakah yang bersangkutan memiliki integritas komitmen untuk menjalankan kerjasama dengan sebaik-baiknya, apakah calon mitra memiliki mindset dan mental  sebagai entrepreneur, apakah mereka tipe manusia yang tangguh atau cepat menyerah, apakah mereka memiliki kemintatan tertentu sesuai dengan produk bisnis yang dikerjasamakan, dan terakhir berkaitan dengan ketersediaan dana.

Franchisor yang baik juga harus  selektif dalam memilih mitra usahanya, karena langkah yang salah  dapat mengancam keberlangsungan merek di masa mendatang. 

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari